KETERAMPILAN BERTANYA DASAR DAN LANJUT

Telah hadir netbook  Islamy  Anda Tertarik klik tautan dibawah ini

http://www.ahmadzainuddin.com/netbookislami/?id=sabeni

Pendahuluan

Keberhasilan pengajaran selain didukung oleh keaktifan siswa yang belajar, juga dipengaruhi oleh keterampilan guru dalam mengelola interaksi belajar mengajar. Berbagai jenis keterampilan mengajar yang perlu diketahui oleh guru, salah satu jenis keterampilan mengajar adalah keterampilan bertanya.

Setiap kegiatan belajar-mengajar hampir tidak pernah lepas dari pertanyaan guru, dalam arti seseorang guru yang sedang mengajar pasti akan memberikan pertanyaan-pertanyaan berapapun frekuensinya. Oleh karena itu guru perlu memahami teknik-teknik (keterampilan bertanya) agar pertanyaan mencapai sasaran yang tepat. Pertanyaan yang diajukan oleh guru mempunyai beberapa maksud, antara lain untuk memberikan dorongan kepada siswa agar mereka mengemukakan pendapat, sekedar apersepsi, atau untuk mendapatkan umpan balik dan sebagainya. Guru dapat melontarkan pertanyaan tersebut kepada siswa secara individual maupun kelompok. Adapun jenis pertanyaan yang diajukan bervariasi dari pertanyaan tingkat rendah sampai pertanyaan dengan taraf kesulitan yang tinggi. Klasifikasi pertanyaan tersebut bertitik tolak dari taksonomi Bloom.

Seorang guru perlu mempelajarinya dengan maksud agar dapat menganalisis keterampilan bertanya dan dapat menggunakan dengan baik di depan kelas.

Secara lebih rinci lagi guru diharapkan dapat:

1. menguraikan secara rasional keterampilan bertanya

2. menunjukkan minimal lima hal yang merupakan kebiasaan yang harus dihindari oleh guru

3. mengidentifikasi tipe-tipe pertanyaan

4. menggunakan secara efektif variasi pertanyaan

5. memberi contoh keterampilan bertanya dasar

6. memberi contoh keterampilan bertanya lanjut

7. memberi contoh untuk tiga jenjang pertanyaan tingkat rendah

8. memberi contoh untuk tiga jenjang pertanyaan tingkat tinggi

Pengertian, Fungsi, dan Tujuan Pertanyaan Guru

Dalam kegiatan belajar mengajar, guru sering memberikan pertanyaan kepada siswa baik yang diajukan kepada seluruh kelompok, kelompok kecil atau siswa secara individual. Hampir tidak ada suatu kegiatan belajar mengajar tanpa satupun pertanyaan yang dilontarkan oleh guru. Menurut Borich yang dikutif oleh Cole dan Chan bahwa pertanyaan adalah ungkapan verbal yang digunakan untuk mendapatkan tanggapan dari pihak lain. Pertanyaan digunakan oleh guru untuk melihat pikiran dan tanggapan siswa secara benar terhadap penjelasan guru. Disamping itu pertanyaan dapat mendorong siswa agar mengajukan pendapat, mengajak siswa berpikir, untuk mendapatkan umpan balik, jalan untuk meningkatkan pemahaman siswa dan sebagainya.

Cara yang digunakan oleh guru dalam mengajukan pertanyaan, berpengaruh dalam hasil belajar dan cara berpikir siswa. Cara yang mempunyai pengaruh positif bagi kegiatan belajar siswa merupakan cara yang tidak mudah. Pengajuan pertanyaan yang penu arti dan menarik, merupakan tugas yang sangat kompleks. Oleh sebab itu, guru perlu memahami dan menguasai keterampilan bertanya sebagai salah satu keterampilan mengajar.

Fungsi pertanyaan guru adalah sebagai alat mengajar. Pada umumnya guru menggunakan teknik bertanya sebagai alat mengajar, walaupun sebagian besar dari pertanyaan yang diajukan masih berupa pertanyaan ingatan belaka.

Dalam mengajukan pertanyaan guru mempunyai maksud-maksud tertentu, yang antara guru satu dengan guru yang lainnya bekum tentu tujuannya sama. Oleh karena itu jenis pertanyaan guru kalau diinventarisasikan akan banyak sekali. Tujuan pertanyaan yang diajukan guru antara lain mempunyai maksud sebagai berikut:

1. Memberikan batu loncatan (apersepsi) sebelum memasuki pokok bahasan baru

2. Mengenai apa yang telah diketahui siswa tentang pokok bahasan yang diajarkan

3. Memusatkan perhatian siswa pada pokok bahasan yang sedang disajikan

4. Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa pada suatu pokok bahasan yang diajarkan

5. Mengenal kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa dalam menerima pelajaran

6. Mengembangkan cara belajar siswa aktif

7. Mmberikan rangsangan pada para siswa agar mereka berpikir kritis dan kreatif

8. Mendorong siswa untuk mengemukakan pendapat

9. Mengajak para siswa untuk memecahkan masalah

10. Memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengasimilasikan informasi

11. Untuk meninjau kembali apa yang dijelaskan guru

12. Menguji dan mengukur hasil belajar siswa dalam melaksanakan tugas

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya pertanyaan yang diajukan guru mempunyai maksud macam-macam. Satu pertanyaan yang diajukan dapat mencapai beberapa tujuan sekaligus pada waktu yang sama. Kadang-kadang hal ini tidak disadari, baik oleh siswa maupun oleh guru itu sendiri, sebab pertanyaan itu berkembang.

C. Penggunaan Keterampilan Bertanya

Dalam usaha mencapai tujuan di atas, guru perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Kehangatan dan Keantusiasan

Kelas akan kelihatan hidup apabila guru menunjukkan sikap yang antusias dan hangat. Sikap ini akan tampak pada gaya guru, ekspresi wajah, suara serta gerakan badan yang dapat mempengaruhi suasana kelas gembira dan akrab. Guru yang membawa persoalan dari rumah ke sekolah dan terbawa pada saat saat ia mengajar, akan menunjukkan sikap yang murung dan tidak gairah mengajar. Akibatnya suasana kelas akan terpengaruh juga oleh sikap guru yang kurang bergairah ini. Siswa akan enggan berpartisipasi karena melihat sikap guru yang murung dan kemungkinan besar menjadi cepat marah. Sikap ini harus dihindari. Betapapun beratnya persoalan dihadapi guru, di depan kelas ia harus bersikap wajar jangan perlihatkan sikap murung, sedih atau bersungut-sungut. Sikap hangat dan antusias ditunjukkan dalam mengajukan pertanyaan maupun menerima jawaban dari siswa.

2. Kebiasaan-kebiasaan yang perlu dihindari

Dalam mengajukan pertanyaan ada beberapa hal yang perlu dihindari, ialah:

a. mengulangi pertanyaan sendiri

b. mengulangi jawaban siswa

c. menjawab pertanyaan sendiri

d. pertanyaan yang menjawab jawaban serentak

e. pertanyaan ganda

f. menunjuk siswa tertentu sebelum memberikan pertanyaan

D. Keterampilan Bertanya Dasar dan Lanjut

Pertanyaan guru ada yang hanya meminta siswa untuk mengingat kembali fakta atau informasi yang telah diterima, tetapi ada pula pertanyaan yang menuntut tingkat berpikir yang lebih tinggi dari siswa. Oleh karena itu dalam mempelajari keterampilan bertanya dapat dibedakan menjadi dua yaitu:

1. Keterampilan bertanya dasar

Untuk dapat mencapai tujuan penggunaan pertanyaan di dalam kelas, guru perlu memahami komponen-komponen keterampilan bertanya dasar. Keterampilan bertanya dasar mempunyai komponen-komponen sebagai berikut:

a. pengajuan pertanyaan secara jelas dan singkat

b. pemberian acuan

c. pemusatan

d. pemindahan giliran

e. penyebaran

f. pemberian waktu berpikir

g. sambutan yang hangat dan antusias

h. pemberian tuntunan

2. Keterampilan bertanya lanjut

Penguasaan komponen bertanya lanjut, juga berlandaskan pengusaan komponen bertanya dasar, oleh karena itu semua komponen bertanya dasar juga masih dipakai dalam menerapkan keterampilan bertanya lanjut.

a. Penggunaan keterampilan bertanya lanjut:

Dalam menerapkan keterampilan bertanya lanjut, ada kebutuhan yang lebih tinggi sifatnya yang belum dapat dijangkau oleh keterampilan bertanya dasar ialah usaha siswa untuk mengembangkan kemampuan mengatasi masalah serta berpikir dalam tingkatan yang lebih tinggi. Oleh karena itu penggunaannya meliputi:

· Mengembangkan kemampuan menemukan, mengorganisasi dan melalui informasi yang diperoleh

· Meningkatkan kemampuan membentuk dan mengungkapkan pertanyaan berdasarkan informasi yang lengkap dan relevan

· Mendorong siswa mengembangkan ide-ide serta mengemukakannya kepada kelompok secara timbal balik

· Memberi kesempatan-kesempatan siswa memperoleh keberhasilan yang lebih daripada biasanya

b. Komponen-komponen keterampilan bertanya lanjut

· Pengubahan tuntutan tingkat kognitif dalam menjawab pertanyaan

· Penagaturan urutan pertanyaan

· Penggunaan pertanyaan pelacak

· Peningkatan terjadinya interaksi

3. Klasifikasi Pertanyaan menurut Taksonomi Bloom

Pada uraian di atas telah disinggung bahwa pertanyaan yang hanya menuntut siswa mengingat kembali fakta/informasi yang telah diterima, namun ada pula pertanyaan yang menuntut tingkat berpikir yang lebih tinggi. Untuk memudahkan anda dalam membuat pertanyaan, taksonomi Bloom dapat dipakai sebagai pedoman untuk mengklasifikasikan pertanyaan. Sebelumnya perlu anda ketahui bahwa taksonomi Bloom merupakan salah satu cara yang dipakai dalam merumuskan tujuan pengajaran. Taksonomi ini dapat juga diterapkan untuk mengklasifikasikan pertanyaan yang diajukan guru di kelas.

Ada tiga kawasan atau disebut juga ranah (domein) yang dikemukan Bloom dan kawan-kawan dalam taksonomi tersebut ialah: kognitif (yang menyangkut aspek pikir); afektif (yang menyangkut aspek sikap); psikomotor (yang menyangkut aspek keterampilan).

Dalam kaitannya dengan pertanyaan ini, kita gunakan domein yang pertama ialah kognitif oleh karena seseorang yang bertanya berarti ia berpikir (aspek pikir yang diutamakan). Untuk domein kognitif ini ada enam tingkatan, yang masing-masing tingkat dituntut proses berpikir yang berbeda. Sesuai dengan tingkat kesukarannya dari keenam tingkatan tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua golongan ialah:

a. Pertanyaan kognitif tingkatan yang lebih rendah:

1) pengetahuan (knowledge)

2) pemahaman (comprehension)

3) penerapan (application)

b. Pertanyaan kognitif tingkatan yang lebih tinggi:

1) analisis (analysis)

2) sintesis (synthesis)

3) evaluasi (evaluation)

Dari keenam tingkatan tersebut secara berturut-turut akan diuraikan sebagai berikut:

a. Pertanyaan pengetahuan (knowledge)

Pertanyaan ini merupakan pertanyaan penalaran dalam kategori yang terendah, yang hanya menuntut siswa untuk dapat mngungkapkan kembali pengetahuan tentang fakta, kejadian, definisi dan sebagainya. Siswa hanya dituntut mengingat kembali apa yang dipelajarinya.

Kata-kata yang sering digunakan untuk pertanyaan pengetahuan ini antara lain:

Apa?

Sebutkan!

Berilah nama!

Siapa?

Ingatlah istilah!

Golongkan!

Bilamana?

Kemukakan definisi!

 

Di mana?

Pasangkan!

 

b. Pertanyaan pemahaman (comprehension)

Pertanyaan ini meminta untuk menujukkan bahwa ia telah mengerti atau memahami sesuatu. Ia dikatakan memahami sesuatu berarti ia telah dapat mengorganisasikan dan mengutarakan kembali apa yang dipelajarinya dengan menggunakan kalimatnya sendiri. Jadi pada tingkat ini siswa sudah tidak lagi mengingat dan mengahfal informasi yang diperoleh, melainkan harus dapat memilih dan mengorganisasikan informasi tersebut.

Bentuk pertanyaan jenis ini adalah:

1) Memberkan penjelasan dengan kata-kata sendiri

2) Menyatakan ide-ide pokok tentang sesuatu dengan kata-kata sendiri

3) Membedakan atau membandingkan

4) Menerangkan dengan grafik

5) Mengubah bahan dari bentuk yang satu ke dalam bentuk lain

Untuk pertanyaan pemahaman perlu diigat bahwa informasi atau bahan pelajaran harus sudah diberikan/diajarkan kepada siswa, sehingga waktu guru memberikan pertanyaan yang maksudnya untuk mengetahui apakah informasi yang telah diberikan telah dipahami siswa, mereka sudah mempunyai bahan untuk menjawab.

Berapa kata yang dapat digunakan untuk pertanyaan pemahaman adalah:

Bedakanlah

Terjemahkan

Terangkan

Ubahlah

Simpulkan

Berilah contoh

Bandingkanlah

Berikan interpretasi

Jelaskan dengan kata-katamu sendiri

 

c. Pertanyaan penerapan (aplikasi)

Kalau pada tingkat lebih rendah siswa hanya diminta mengingat kembali, kemudian setelah memahami sesuatu pelajaran ia dapat mengungkapakan kembali yang telah dipelajari, maka kecakapan itu harus diingatkan lagi. Siswa harus dapat menggunakan informasi yang telah dipelajari itu untuk diterpkan pada suatu atau pada kehidupan sehari-hari. Pada tingkat ini, yang dimaksud dengan pertanyaan penerapan adalah pertanyaan pertanyaan yang menuntut suatu jawaban dengan menggunakan informasi yang telah diperoleh seelumnya.

Disini siswa dihadapkan pada pemecahan masalah sederhana dengan menggunakan pengetahuan yang telah dipelajarinya. Dengan menggunakan konsep, prinsip, aturan, hukum atau proses yang dipeajari sebelumnya, siswa diharapkan dapat menentukan suatu jawaban yang benar terhadap masalah itu.

Beberapa kata yang sering digunakan untuk pertanyaan penerapan adalah:

Guankanlah

Carilah hubungan

Tunjukkanlah

Tuliskan suatu contoh

Demonstrasikan

Siapkanlah

Buatlah sesuatu

Klasifikasikanlah

d. Pertanyaan analisis

Pertanyaan ini merupakan jenjang pertama dari kelompok pertanyaan tingkat tinggi. Pertanyaan analisis menuntut siswa untuk berpikir secara mendalam, kritis, bahkan menciptakan sesuatu yang baru untuk menjawab pertanyaan analisis, siswa harus mampu menguraikan sebab-sebab, motif-motif atau mengadakan deduksi (dari suatu generalisasi/kesimpulan umum/hukum/teori, dicari fakta-faktanya). Oleh karena itu pertanyaan analisis tidak hanya mempunyai satu jawaban yang benar, melainkan berbagai alternatif. Siswa tidak lagi hanya mengahafal atau mengingat-ingat apakah yang telah dipelajari melainkan dituntut pemikiran kritis. Guru harus waspada dengan jawaban siswa, mungkin jawaban itu hanya diperoleh dari bagian bab dalam buku teks dan bukan hasil pemikirannya. Pertanyaan analisis menuntut siswa terlibat dalam proses kognitif sebagai berikut:

1) Menguraikan alasan atau sebab-sebab dari suatu kejadian

2) Mempertimbangkan dan menganalisis inforamsi yang tersedia agar mencapai suatu kesimpulan atau generalisasi berdasarkan informasi

3) Menganalisis kesimpulan atau generalisasi untuk menemukan bukti yang menunjang atau menyangkal kesimpulan/generalisasi itu

Dengan pertanyaan analisis dituntut kemampuan untuk meraikan suatu generalisasi ke dalam unsur-unsur atau komponen-komponen sehingga ide-ide itu dapat dimengerti dengan jelas. Kata-kata yang sering digunakan dalam pertanyaan analisis adalah:

· Analisislah………….

· Kemukakan bukti-bukti………..

· Mengapa……….

· Identifikasikan…………..

· Tunjukkanlah sebabnya……….

· Berilah alasan-alasan……….

e. Pertanyaan sintesis

Pertanyaan ini merupakan pertanyaan tingakta tinggi yang menuntut siswa untuk berpikir orisinil dan kreatif. Dengan pertanyaan ini akan diperoleh kemampuan untuk menghubungkan bagian-bagian atau unsur-unsur agar dapat merupakan suatu kesatuan. Mereka dituntut untuk mendakan induksi (dari fakta-fakta/unsur-unsur/informasi, diambil suatu kesimpulan atau generalisasi). Siswa tidak hanya menerka jawaban, melainkan harus berpikir dengan sunguh-sunguh. Jenis pertanyaan ini akan dapat meningkatkan kreativitas serta daya penalaran siswa. Pertanyaan sintesis ini dapat berbentuk:

1) Pertanyaan yang meminta siswa mengadakan prediksi atau membuat ramalan

2) Pertanyaan yang diminta siswa mengungkapkan ide dan mengahasilkan komunikasi orisinil

3) Pertanyaan yang menuntut pemecahan masalah

Dengan jenis pertanyaan ini, guru dapat membantu siswa untuk mengembangkan daya kreasinya. Berikut ini adalah kata-kata yang sering digunakan dalam pertanyaan-pertanyaan sintesis:

Ramalkanlah…….

Tulislah…….

Bentuk….

Bagaimana kita dapat memecahkan….

Ciptakanlah…..

Apa yang terjadi seaindainya…

Susunlah….

Bagaimana kita dapat memperbaiki….

Rancanglah….

Kembangkan…..

f. Pertanyaan evaluasi

Pertanyaan ini menuntut proses berpikir yang paling tinggi, karena pekerjaan menialai hanya mungkin dilakukan dengan baik bila fungsi-fungsi kognitif yang lain, dari pengetahuan sampai dengan sintesis telah dikuasai. Untuk dapat menyatakan pendapat atau menilai berbagai ide, karya seni, pemecahan masalah serta alasan-alasan keputusannya, harus digunakan kriteria-kriteria tertentu, apakah berupa kriteria yang benar atau nilai-nilai yang dipilih oleh siswa sendiri.

Dalam pertanyaan evaluasi adanya standar atau kriteria pengukuran merupakan sesuatu yang mutlak. Penggunaan standar atau kriteria yang berbeda akan mengakibatkan jawaban yang berbeda pula. Tetapi dalam mengembangkan penalaran siswa, jawaban-jawaban yang berbeda tersebut memang diharapkan. Hal ini menunjukkan adanya pemikiran dari setiap siswa, berarti bukan hanya menghafal atau meniru jawaban orang lain. Pertanyaan evaluasi dapat dikategorikan sebagai berikut:

1) pertanyaan yang meminta siswa memberikan pendapat tentang berbagai persoalan

2) pertanyaan yang menilai suatu ide

3) pertanyaan yang meminta siswa menetapkan suatu cara pemecahan masalah

4) pertanyaan yang meminta siswa menetapkan karya seni terbaik

Dari pertanyaan di atas kita dapat melihat bahwa siswa akan dapat menjawab bila ia mempunya kriteria tertentu. Mereka harus menilai sejauh mana sesuatu itu memenuhi kriteria, baik yang menggunakan standar objektif maupun nilai yang bersifat pribadi. Kadang-kadang siswa mempunyai pandangan yang berbeda, oleh karena itu perlu didukung oleh alasan-alasan atau argumentasi tertentu. Dengan demikian siswa akan belajar menggunakan penalaran tingkat tinggi.

Kata-kata yang sering digunakan untuk pertanyaan ini ialah:

· Berilah pendapat…..

· Alternatif mana yang lebih baik….

· Setujukah anda…..

· Kritiklah….

· Berilah alasan…

· Nilailah…..

· Bandingkan…..

· Bedakanlah…….

Kata-kata Kunci:

Keterampilan bertanya dasar

Pertanyaan penerapan (application)

Keterampilan bertanya lanjut

Pertanyaan analisis (analysis)

Pertanyaan pengetahuan (knowledge)

Pertanyaan sintesis (synthesis)

Pertanyaan pemahaman (comprehension)

Pertanyaan evaluasi (evaluation)

Rangkuman

Dalam setiap kegiatan belajar mengajar, guru tidak dapat lepas dari penggunaan teknik bertanya. Oleh karena itu fungsi pertanyaan adalah sebagai alat mengajar. Pertanyaan yang diajukan guru mempunyai tujuan bermacam-macam, satu pertanyaan yang diajukan dapat sekaligus mencapai beberapa tujuan. Dalam menggunakan pertanyaan guru harus menunjukkan sikap yang antusias sehingga dapat mendorong siswa untuk lebih bergairah belajar.

Berkaitan tentang bagaimana meningkatkan cara bertanya dan cara menjawab. Taktik-taktik telah diperkenalkan supaya pertanyaan-pertanyaan anda lebih bagus dan tepat, anda harus menggunakan dan menganalisis berbagai kategori pertanyaan dan bagaimana siswa anda menjawab pertanyaan. Unit ini menggalakan, memberikan dan mengatur bagaimana bertanya secara keseluruhan yang memerlukan latihan yang intensif

Daftar Pustaka

Brown, George. Micro Teaching: A Programme of Teaching Skills. New York: Metheuen Inc., 1984

Cole, G. Peter and Lorna K.S. Chan. Teaching Principles and Practice. New York: Prentice Hall, 1990

Jacobsen, David, Paul Eggen and Donald Kauchak. Methods for Teaching: A Skills Approach. Ohio: Merril Publishing Company, 1989

Wiryawan, Sri Anitah dan Noorhadi. Strategi Belajar Menagajar. Jakarta: UT, 1999

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Satu Tanggapan

  1. Maaf pak, numpang tanya nih…..
    dr pmbahasan d atas, Dalam mengajukan pertanyaan ada beberapa hal yang perlu dihindari:
    a. mengulangi pertanyaan sendiri
    b. mengulangi jawaban siswa
    c. menjawab pertanyaan sendiri
    d. pertanyaan yang menjawab jawaban serentak
    e. pertanyaan ganda
    f. menunjuk siswa tertentu sebelum memberikan pertanyaan

    bisa nggak d jelaskan, kenapa hal itu mesti dihindari???????????
    Terima kasih atas atensi anda terhadap artikel saya. Saya akan menjelaskan mengapa hal tersebut perlu dihindari
    Pada dasarnya “Bertanya” merupakan alat komunikasi antara guru dan siswa untuk memperoleh umpan balik terhadap keberhasilan PBM. Selain itu hal tersebut dapat dapat kita jadikan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti Proses Pembelajaran. Maka dari itu, hal di atas (pint a-f) sebaiknya dihindari.
    Sebaiknya pertanyaan lisan tidak perlu diulang cukup se kali saja agar perhatian siswa terfokus pada pertanyaan yang disampaikan oleh guru
    Jawaban siswa yang sudah benar perlu diucapulang oleh guru tetapi berikan kepastian atas jawaban yang diberikan benar atau salah
    Menjawab pertanyaan sendiri akan menyebabkan siswa tidak termotivasi untuk menjawab pertanyaan yang sudah disampaikan
    Pertanayaan yang dijawab serentak tidak akan memberikan dampak evaluasi terhadap keberhasilan belajar siswa
    Pertanyaan ganda adalah pertanyaan yang menggunakan dua tuntutan yang berbeda dalam satu rangkaian akan mengakibatkan adanya lompatan kognitif bila dihubungkan dengan taksonomi Bloom. Contoh: Seburkan dan jelaskan sila-sila dalam Pancasila !
    Menentukan siswa untuk menjawab pertanyaan akan mengakibatkan demotivasi siswa lain untuk berusaha menjawab pertanyaan dari guru;
    Demikian,terima kasih.

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: